To: Webmaster
From:
Abdul Aziz
abunawas@gmail.com
Message:
Menentukan seberapa banyak uang yang harus Anda habiskan untuk
mendorong pertumbuhan jumlah penjualan dan bagaimana jumlah penjualan
tersebut harus dialokasikan memang sepenuhnya terserah di tangan kita,
pemilik sekaligus pengelola usaha.
iklan Biaya periklanan termasuk jenis biaya yang sepenuhnya dapat
dikendalikan. Anggaran periklanan merupakan sarana untuk menentukan
dan mengendalikan biaya dan membaginya dengan bijak di antara
departemen, jajaran, atau layanan.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai berbagai metode yang dapat kita
gunakan (persentase penjualan atau keuntungan, unit penjualan, tujuan
dan tugas) untuk dapat dengan cerdas menyusun sebuah anggaran
periklanan dan memberikan cara-cara yang tepat untuk menerapkan jumlah
anggaran demi mendapatkan efek yang Anda inginkan.
Jika Anda bertujuan untuk meningkatkan penjualan, hampir pasti Anda
harus beriklan. Namun, bagaimana Anda harus mengalokasikan setiap
rupiah Anda? Bagaimana Anda yakin biaya periklanan tidak keluar
sia-sia? Anggaran iklan membantu Anda menentukan seberapa besar Anda
harus membelanjakan dan membantu pelaksanaan rencana mengenai
bagaimana Anda akan membelanjakan uang Anda.
Jarang sekali ditemui apa yang ingin Anda investasikan dalam
periklanan akan sama dengan apa yang Anda dapat biayai. Membelanjakan
terlalu banyak dana akan menjadi sebuah pemborosan tetapi menghabiskan
terlalu sedikit juga sama buruknya bagi perusahaan karena kehilangan
penjualan dan tidak terekspos kepada khalayak ramai. Biaya harus
dihubungkan dengan hasil. Anda harus bersiap untuk mengevaluasi
tujuan-tujuan Anda dan menaksir kemampuan Anda sendiri - sebuah
anggaran akan membantu Anda untuk menentukan hal ini lebih lanjut.
Anggaran Anda akan membantu Anda memilih dan menaksir jumlah iklan dan
pemilihan waktu tayang iklan. Anggaran juga memungkinkan Anda untuk
menggunakannya sebagai latar belakang dalam perencanaan di tahun
mendatang.
Metode-metode yang Digunakan dalam Menyusun Anggaran Iklan
Setiap cara yang digunakan untuk menyusun sebuah anggaran iklan
memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Tidak ada metode
yang sempurna untuk semua jenis usaha, begitu juga jika beberapa
metode tersebut digabungkan, tidak akan menjamin menutup kelemahan
yang ada.
Dalam uraian berikut, beberapa konsep tradisional mengenai anggaran
telah digabungkan menjadi tiga metode dasar:
1. Persentase penjualan atau keuntungan
2. Unit penjualan
3. Tujuan dan pekerjaan
Anda harus memutuskan metode mana yang akan digunakan dengan penuh
kehati-hatian dan pertimbangan.
Persentase Penjualan atau Keuntungan
Metode yang paling banyak digunakan dalam menyusun sebuah anggaran
iklan ialah dengan menggunakan persentase penjualan sebagai pijakan.
Serupa dengan biaya usaha lain misalnya biaya tenaga kerja, iklan juga
sebuah biaya usaha sehingga seyogyanya dihubungkan dengan kuantitas
barang yang terjual.
Metode persentase penjualan ini mencegah beberapa masalah yang dapat
timbul akibat penggunaan keuntungan sebagai pijakan. Misalnya, apabila
keuntungan dalam suatu periode sedang menurun, mungkin bukan merupakan
kesalahan penjualan atau periklanan. Namun, jika Anda terjebak dengan
angka persentase yang sama, Anda dengan sendirinya akan mengurangi
jatah iklan. Tidak bisa berlaku sebaliknya: 2% dari $10.000 jauh lebih
kecil dari 2% dari $15.000. Pemotongan anggaran semacam itu, jika
keuntungan menurun karena sebab lainnya, mungkin juga akan menimbulkan
kerugian lebih besar dalam penjualan dan keuntungan. Pada gilirannya
ini akan menimbulkan pengurangan lebih lanjut dalam investasi iklan
dan sebagainya.
Dalam jangka pendek, pemilik sebuah usaha mungkin dapat menaikkan
keuntungan dengan mengurangi biaya iklan tetapi tetapi kebijakan
semacam itu justru bisa mendorong memburuknya inti usaha. Dengan
menggunakan metode persentase penjualan, Anda dapat mempertahankan
iklan Anda dalam relasi konsisten dengan volume penjualan karena
justru inilah yang harus menjadi fokus iklan. Margin kotor terutama
dalam jangka panjang harus juga menunjukkan kenaikan jika biaya-biaya
iklan dengan tepat diterapkan.
Berapa Persen?
Anda dapat memandu angka persentase penjualan pilihan Anda dengan cara
menemukan apa yang usaha-usaha lainnya dalam ceruk Anda sedang
lakukan. Persentase ini secara relatif konsisten berada dalam kategori
usaha tertentu.
Cukup mudah menemukan rasio biaya iklan dibandingkan dengan penjualan
dalam jajaran Anda. Telusurilah asosiasi dan majalah dagang. Anda juga
dapat menemukan persentase ini dalam laporan sensus dan laporan
internal layanan pendapatan dan dalam laporan yang diterbitkan oleh
badan yang berwenang dalam bidang keuangan.
Dengan mengetahui berapa rasio yang diterapkan untuk industri Anda,
Anda akan terbantu dalam memastikan bahwa Anda akan membelanjakan
secara proporsional sebanyak atau bahkan melebihi para pesaing Anda.
Namun patut diingat angka rata-rata industri ini bukan harga mati.
Situasi Anda yang berbeda dan khas mungkin membuat Anda harus
mengadakan penyesuaian, bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari
pesaing. Mungkin angka rata-rata ini tidak cukup baik bagi Anda. Anda
boleh saja menghendaki untuk beriklan melebihi pesaing dan rela
memangkas keuntungan jangka pendek untuk itu. Pertumbuhan membutuhkan
investasi.
Tidak seorang pemilik usaha pun yang akan membiarkan metode apapun
membelenggunya. Menggunakan metode persentase penjualan cukup membantu
karena cepat dan mudah. Metode itu memastikan bahwa anggaran iklan
Anda tidak melanggar proporsi usaha Anda. Ini merupakan metode yang
kokoh untuk usaha yang stabil. Namun jika Anda menghendaki untuk
memperluas jangkauan pasar Anda, Anda akan harus menggunakan sebuah
persentase penjualan yang lebih besar daripada rata-rata industri.
Penjualan yang Mana? (Anggaran Iklan Bisnis)
Anggaran iklan Anda dapat ditentukan sebagai persentase penjualan yang
lalu, penjualan mendatang, atau sebagai gabungan keduanya:
1. Penjualan yang lalu. Dasar pijakan Anda bisa berupa penjualan tahun
lalu atau rata-rata dari beberapa tahun terakhir. Namun, pertimbangkan
bahwa perubahan dalam ekonomi juga dapat membuat angka tersebut
menjadi terlalu tinggi atau bahkan rendah.
2. Proyeksi penjualan mendatang. Anda dapat menghitung anggaran iklan
sebagai persentase penjualan yang diharapkan untuk tahun depan.
Kesalahan yang paling umum dari metode ini adalah asumsi optimitis
bahwa usaha Anda akan berlanjut dan berkembang. Anda harus senantiasa
mengetahui perkembangan bisnis secara umum, terutama jika ada peluang
terjadinya kemunduran resesi, dan taksir secara rasional dan praktis
arah perkembangan industri dan operasionalisasi Anda.
3. Penjualan yang lalu dan proyeksi penjualan mendatang. Titik tengah
antara penilaian konservatif yang sering dilaksanakan berdasarkan
penjualan tahun yang lalu dan penilaian tahun berikutnya yang biasanya
terlampau optimis adalah dengan menggabungkan keduanya. Ini merupakan
sebuah metode yang lebih realistis selama periode terjadi perubahan
keadaan ekonomi. Hal ini memungkinkan untuk menganalisis tren dan
hasil secara seksama dan memprediksi dengan janji kepastian akan
keakuratan.
Unit Penjualan
Dalam metode unit penjualan, Anda mengesampingkan sebuah jumlah yang
telah ditentukan untuk setiap produk yang dijual, berdasarkan
pengalaman dan pengetahuan dagang tentang seberapa banyak iklan yang
dibutuhkan untuk menjual setiap unitnya. Misalnya, jika dibutuhkan
iklan seharga Rp. 1.000,00 untuk dapat menjual sebuah barang dan Anda
ingin menjual 100.000 barang, maka Anda harus mengeluarkan biaya
sebesar 100 juta Rupiah untuk mengiklankannya. Dengan ini Anda hanya
cukup menggunakan unit penjualan sebagai dasar penentuan anggaran
iklan Anda.
Beberapa orang menganggap metode ini hanya sebagai sebuah variasi
persentase penjualan. Namun, metode unit penjualan ini memberikan Anda
taksiran yang lebih mendekati apa yang harus Anda rencanakan untuk
dibelanjakan agar dapat mencapai hasil maksimal karena metode ini
berdasarkan pada apa yang dialami secara nyata. Di sini persentase
keseluruhan perkiraan penjualan kotor tidak terlalu penting tetapi
yang penting ialah unit yang sebenarnya.
Metode unit penjualan sangat berguna dalam hal-hal di mana jumlah
produk yang tersedia dibatasi oleh faktor-faktor luar, seperti efek
cuaca pada hasil panen. Jika itu terjadi pada usaha Anda, pertama-tama
Anda perkirakan berapa banyak unit yang tersedia untuk Anda. Kemudian
Anda hanya mengiklankan sebanyak apa yang pengalaman Anda telah
tunjukkan untuk dapat menjual barang-barang itu. Sehingga bila Anda
memiliki ide yang cukup bagus sebelumnya mengenai berapa banyak unit
yang tersedia, Anda harus mempunyai sisa minimal dalam biaya iklan
Anda.
Metode ini juga ditujukan untuk barang-barang khusus seperti mesin
cuci dan mobil. Namun, sulit untuk menerapkannya saat Anda memiliki
berbagai macam produk untuk diiklankan dan harus berbagi iklan dengan
produk lainnya. Metode unit penjualan tidak begitu bermanfaat dalam
pasar yang sporadic dan tak beraturan atau bagi barang dagangan yang
bergaya.
Tujuan dan Tugas
Metode yang paling sulit untuk menentukan anggaran iklan ialah
pendekatan tujuan dan tugas. Namun, ini adalah metode yang paling baik
dan akurat dalam memenuhi tuntutan pembuatan sebuah anggaran yang
ideal:
1. Berhubungan dengan pemberian tugas pemasaran untuk diselesaikan.
2. Berhubungan dengan pemberian iklan dalam keadaan biasa dan dalam
jangka panjang terhadap volume penjualan, sehingga keuntungan dan
tabungan tidak akan berkurang.
Untuk menyusun anggaran dengan metode ini, Anda membutuhkan program
pemasaran yang terkoordinasi dengan tujuan khusus berdasarkan pada
survei yang mendalam mengenai pasar dan potensi Anda.
Sementara metode persentase penjualan atau keuntungan pertama kalinya
menentukan berapa banyak Anda akan membelanjakan apa yang Ana harus
lakukan untuk mencapai tujuan. Hanya lalu Anda lakukan perhitungan
biayanya.
Anda harus menentukan tujuan khusus: tidak hanya "mendorong
penjualan", tetapi misalnya, "Jual 25% lebih produk X atau jasa Y
dengan menarik usaha anak muda." Kemudian tentukan media apa yang
paling baik dalam mencapai sasaran pasar Anda dan memperkirakan
seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk memublikasikan jumlah dan
jenis iklan yang Anda pikir akan dibutuhkan untuk dapat mendorong
penjualan. Anda mengulangi proses ini untuk setiap tujuan. Saat Anda
menjumlah semua biaya ini, Anda akan memiliki anggaran yang
terproyeksi.
Tentu saja, Anda bisa saja mendapati ternyata biaya yang harus
dikeluarkan untuk iklan lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Namun,
tentu kembali lagi harus diteliti apa saja tujuan Anda beriklan.
Bagaimana Mengalokasikan Anggaran Iklan
Setelah Anda tentukan anggaran iklan Anda, Anda harus tentukan juga
bagaimana Anda akan mengalokasikan uang jatah iklan Anda.
Pertama-tama, Anda harus putuskan jika Anda akan melakukan iklan
promosi saja atau iklan institusi.
Setelah Anda menyingkirkan sejumlah uang untuk membangun citra (jika
itu adalah rencana Anda untuk tahun itu), Anda dapat mengalokasikan
iklan promosi dengan beberapa cara. Di antara cara pembagian yang
paling umum ditemukan ialah:
1. Anggaran departemen: Metode yang paling umum digunakan ialah persen
penjualan. Departemen atau kategori produk dengan volume penjualan
terbesar menerima bagian terbanyak dalam anggaran. Dalam suatu usaha
kecil atau saat jangkauan barang terbatas, persentase yang sama dapat
digunakan secara keseluruhan. Jika sebaliknya, aturan yang baik ialah
menggunakan angka industri rata-rata untuk tiap produk. Dengan membagi
anggaran berdasarkan departemen atau produk, barang-barang yang
membutuhkan lebih banyak promosi untuk merangsang penjualan akan
mendapatkan alokasi dana iklan yang dibutuhkan. Anggaran Anda dapat
dibagi lebih lanjut menjadi jajaran produk dagangan individu.
2. Anggaran keseluruhan: Anggaran total Anda mungkin merupakan hasil
dari anggaran produk atau anggaran departemen yang terintegrasi. Jika
usaha Anda telah menetapkan sebuah batas atas untuk persentase biaya
iklan, kemudian anggaran deprtemen Anda bisa dipangkas dengan
didasarkan pada persentase penjualan yang berbeda di tiap daerah.
Dalam usaha kecil, anggaran keseluruhan mungkin hanya satu-satunya
yang disusun. Namun, anggaran itu juga harus dibagi menjadi
klasifikasi barang dagangan untuk penjadwalan.
3. Periode kalender: Sebagian besar eksekutif usaha kecil biasanya
merencanakan iklan mereka dalam periode bulanan bahkan mingguan.
bahkan jika Anggaran Anda ditujukan untuk perencanaan dengan jangka
yang lebih panjang, seharusnya dihitung untuk periode-periode yang
lebih pendek karena akan memberikan Anda lebih banyak kendali. Kadang
Anda ingin menyesuaikan alokasi iklan dalam beberapa bulan penjualan
yang lebih padat sehingga Anda dapat meningkatkan anggaran dari
beberapa periode yang lebih sepi aktivitas. Namun, hal ini harus
dilaksanakan jika Anda memiliki alasan yang kuat (seperti saat tren
penjualan pesaing Anda berbeda secara signifikan dari milik Anda)
untuk meyakinkan bahwa sebuah perubahan dalam penentuan waktu iklan
Anda dapat meningkatkan penjualan secara perlahan.
4. Media: Jumlah iklan yang Anda tempatkan dalam tiap medium iklan -
seperti surat langsung, koran, radio - seyogyanya ditentukan oleh
pengalaman yang telah lalu, kesabaran industri, serta gagasan dari
ahli media. Umumnya cukup bijak untuk menggunakan jenis media yang
serupa dengan yang digunakan pesaing. Itulah bagaimana konsumen
potensial Anda akan menoleh dan mendengarkan Anda.
5. Daerah penjualan: Anda bisa membelanjakan uang iklan Anda di tempat
yang menjadi asal konsumen potensial Anda. Atau Anda dapat menggunakan
mereka untuk merangsang daerah penjualan yang baru. Teruskan juga
untuk beriklan di daerah yang sudah diakrabi sebelumnya. Umumnya akan
lebih mahal untuk mengembangkan pasar baru daripada mempertahankan
pasar yang sudah diraih.
Gabungan dari beberapa metode ini bisa juga digunakan dalam
pembentukan dan alokasi anggaran iklan Anda. Semuanya atau hanya satu
metode dibutuhkan untuk memenuhi tujuan beriklan Anda. Bagaimanapun
Anda memutuskan untuk merencanakan anggaran Anda, Anda harus
membuatnya lentur, dan dapat disesuaikan dengan perubahan di pasar.
Lamanya perencanaan dan periode anggaran bergantung pada sifat usaha
Anda, misalnya pengenalan produk baru, barang khusus di media
setempat, atau keadaan persaingan yang tidak diharapkan.
Waspadalah terhadap kegiatan pesaing di sepanjang waktu. Jangan hanya
meniru pesaing Anda mentah-mentah tetapi analisis bagaimana tindakan
mereka dapat mempengaruhi usaha Anda dan bersiaplah untuk
mengantisipasi itu.
Memulai
Anggaran pertama Anda akan menjadi yang paling sulit untuk
dikembangkan tetapi akan menjadi pantas untuk diperjuangkan. Anggaran
akan membantu Anda menganalisis hasil iklan. Saat berada dalam tahun
bisnis berikutnya, Anda akan memiliki landasan yang lebih faktual
untuk menyusun anggaran daripada sebelumnya. Rencana Anda akan menjadi
lebih efektif dengan disertai setiap anggaran yang Anda kembangkan.
(*/AP)
From:
Abdul Aziz
abunawas@gmail.com
Message:
Menentukan seberapa banyak uang yang harus Anda habiskan untuk
mendorong pertumbuhan jumlah penjualan dan bagaimana jumlah penjualan
tersebut harus dialokasikan memang sepenuhnya terserah di tangan kita,
pemilik sekaligus pengelola usaha.
iklan Biaya periklanan termasuk jenis biaya yang sepenuhnya dapat
dikendalikan. Anggaran periklanan merupakan sarana untuk menentukan
dan mengendalikan biaya dan membaginya dengan bijak di antara
departemen, jajaran, atau layanan.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai berbagai metode yang dapat kita
gunakan (persentase penjualan atau keuntungan, unit penjualan, tujuan
dan tugas) untuk dapat dengan cerdas menyusun sebuah anggaran
periklanan dan memberikan cara-cara yang tepat untuk menerapkan jumlah
anggaran demi mendapatkan efek yang Anda inginkan.
Jika Anda bertujuan untuk meningkatkan penjualan, hampir pasti Anda
harus beriklan. Namun, bagaimana Anda harus mengalokasikan setiap
rupiah Anda? Bagaimana Anda yakin biaya periklanan tidak keluar
sia-sia? Anggaran iklan membantu Anda menentukan seberapa besar Anda
harus membelanjakan dan membantu pelaksanaan rencana mengenai
bagaimana Anda akan membelanjakan uang Anda.
Jarang sekali ditemui apa yang ingin Anda investasikan dalam
periklanan akan sama dengan apa yang Anda dapat biayai. Membelanjakan
terlalu banyak dana akan menjadi sebuah pemborosan tetapi menghabiskan
terlalu sedikit juga sama buruknya bagi perusahaan karena kehilangan
penjualan dan tidak terekspos kepada khalayak ramai. Biaya harus
dihubungkan dengan hasil. Anda harus bersiap untuk mengevaluasi
tujuan-tujuan Anda dan menaksir kemampuan Anda sendiri - sebuah
anggaran akan membantu Anda untuk menentukan hal ini lebih lanjut.
Anggaran Anda akan membantu Anda memilih dan menaksir jumlah iklan dan
pemilihan waktu tayang iklan. Anggaran juga memungkinkan Anda untuk
menggunakannya sebagai latar belakang dalam perencanaan di tahun
mendatang.
Metode-metode yang Digunakan dalam Menyusun Anggaran Iklan
Setiap cara yang digunakan untuk menyusun sebuah anggaran iklan
memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Tidak ada metode
yang sempurna untuk semua jenis usaha, begitu juga jika beberapa
metode tersebut digabungkan, tidak akan menjamin menutup kelemahan
yang ada.
Dalam uraian berikut, beberapa konsep tradisional mengenai anggaran
telah digabungkan menjadi tiga metode dasar:
1. Persentase penjualan atau keuntungan
2. Unit penjualan
3. Tujuan dan pekerjaan
Anda harus memutuskan metode mana yang akan digunakan dengan penuh
kehati-hatian dan pertimbangan.
Persentase Penjualan atau Keuntungan
Metode yang paling banyak digunakan dalam menyusun sebuah anggaran
iklan ialah dengan menggunakan persentase penjualan sebagai pijakan.
Serupa dengan biaya usaha lain misalnya biaya tenaga kerja, iklan juga
sebuah biaya usaha sehingga seyogyanya dihubungkan dengan kuantitas
barang yang terjual.
Metode persentase penjualan ini mencegah beberapa masalah yang dapat
timbul akibat penggunaan keuntungan sebagai pijakan. Misalnya, apabila
keuntungan dalam suatu periode sedang menurun, mungkin bukan merupakan
kesalahan penjualan atau periklanan. Namun, jika Anda terjebak dengan
angka persentase yang sama, Anda dengan sendirinya akan mengurangi
jatah iklan. Tidak bisa berlaku sebaliknya: 2% dari $10.000 jauh lebih
kecil dari 2% dari $15.000. Pemotongan anggaran semacam itu, jika
keuntungan menurun karena sebab lainnya, mungkin juga akan menimbulkan
kerugian lebih besar dalam penjualan dan keuntungan. Pada gilirannya
ini akan menimbulkan pengurangan lebih lanjut dalam investasi iklan
dan sebagainya.
Dalam jangka pendek, pemilik sebuah usaha mungkin dapat menaikkan
keuntungan dengan mengurangi biaya iklan tetapi tetapi kebijakan
semacam itu justru bisa mendorong memburuknya inti usaha. Dengan
menggunakan metode persentase penjualan, Anda dapat mempertahankan
iklan Anda dalam relasi konsisten dengan volume penjualan karena
justru inilah yang harus menjadi fokus iklan. Margin kotor terutama
dalam jangka panjang harus juga menunjukkan kenaikan jika biaya-biaya
iklan dengan tepat diterapkan.
Berapa Persen?
Anda dapat memandu angka persentase penjualan pilihan Anda dengan cara
menemukan apa yang usaha-usaha lainnya dalam ceruk Anda sedang
lakukan. Persentase ini secara relatif konsisten berada dalam kategori
usaha tertentu.
Cukup mudah menemukan rasio biaya iklan dibandingkan dengan penjualan
dalam jajaran Anda. Telusurilah asosiasi dan majalah dagang. Anda juga
dapat menemukan persentase ini dalam laporan sensus dan laporan
internal layanan pendapatan dan dalam laporan yang diterbitkan oleh
badan yang berwenang dalam bidang keuangan.
Dengan mengetahui berapa rasio yang diterapkan untuk industri Anda,
Anda akan terbantu dalam memastikan bahwa Anda akan membelanjakan
secara proporsional sebanyak atau bahkan melebihi para pesaing Anda.
Namun patut diingat angka rata-rata industri ini bukan harga mati.
Situasi Anda yang berbeda dan khas mungkin membuat Anda harus
mengadakan penyesuaian, bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari
pesaing. Mungkin angka rata-rata ini tidak cukup baik bagi Anda. Anda
boleh saja menghendaki untuk beriklan melebihi pesaing dan rela
memangkas keuntungan jangka pendek untuk itu. Pertumbuhan membutuhkan
investasi.
Tidak seorang pemilik usaha pun yang akan membiarkan metode apapun
membelenggunya. Menggunakan metode persentase penjualan cukup membantu
karena cepat dan mudah. Metode itu memastikan bahwa anggaran iklan
Anda tidak melanggar proporsi usaha Anda. Ini merupakan metode yang
kokoh untuk usaha yang stabil. Namun jika Anda menghendaki untuk
memperluas jangkauan pasar Anda, Anda akan harus menggunakan sebuah
persentase penjualan yang lebih besar daripada rata-rata industri.
Penjualan yang Mana? (Anggaran Iklan Bisnis)
Anggaran iklan Anda dapat ditentukan sebagai persentase penjualan yang
lalu, penjualan mendatang, atau sebagai gabungan keduanya:
1. Penjualan yang lalu. Dasar pijakan Anda bisa berupa penjualan tahun
lalu atau rata-rata dari beberapa tahun terakhir. Namun, pertimbangkan
bahwa perubahan dalam ekonomi juga dapat membuat angka tersebut
menjadi terlalu tinggi atau bahkan rendah.
2. Proyeksi penjualan mendatang. Anda dapat menghitung anggaran iklan
sebagai persentase penjualan yang diharapkan untuk tahun depan.
Kesalahan yang paling umum dari metode ini adalah asumsi optimitis
bahwa usaha Anda akan berlanjut dan berkembang. Anda harus senantiasa
mengetahui perkembangan bisnis secara umum, terutama jika ada peluang
terjadinya kemunduran resesi, dan taksir secara rasional dan praktis
arah perkembangan industri dan operasionalisasi Anda.
3. Penjualan yang lalu dan proyeksi penjualan mendatang. Titik tengah
antara penilaian konservatif yang sering dilaksanakan berdasarkan
penjualan tahun yang lalu dan penilaian tahun berikutnya yang biasanya
terlampau optimis adalah dengan menggabungkan keduanya. Ini merupakan
sebuah metode yang lebih realistis selama periode terjadi perubahan
keadaan ekonomi. Hal ini memungkinkan untuk menganalisis tren dan
hasil secara seksama dan memprediksi dengan janji kepastian akan
keakuratan.
Unit Penjualan
Dalam metode unit penjualan, Anda mengesampingkan sebuah jumlah yang
telah ditentukan untuk setiap produk yang dijual, berdasarkan
pengalaman dan pengetahuan dagang tentang seberapa banyak iklan yang
dibutuhkan untuk menjual setiap unitnya. Misalnya, jika dibutuhkan
iklan seharga Rp. 1.000,00 untuk dapat menjual sebuah barang dan Anda
ingin menjual 100.000 barang, maka Anda harus mengeluarkan biaya
sebesar 100 juta Rupiah untuk mengiklankannya. Dengan ini Anda hanya
cukup menggunakan unit penjualan sebagai dasar penentuan anggaran
iklan Anda.
Beberapa orang menganggap metode ini hanya sebagai sebuah variasi
persentase penjualan. Namun, metode unit penjualan ini memberikan Anda
taksiran yang lebih mendekati apa yang harus Anda rencanakan untuk
dibelanjakan agar dapat mencapai hasil maksimal karena metode ini
berdasarkan pada apa yang dialami secara nyata. Di sini persentase
keseluruhan perkiraan penjualan kotor tidak terlalu penting tetapi
yang penting ialah unit yang sebenarnya.
Metode unit penjualan sangat berguna dalam hal-hal di mana jumlah
produk yang tersedia dibatasi oleh faktor-faktor luar, seperti efek
cuaca pada hasil panen. Jika itu terjadi pada usaha Anda, pertama-tama
Anda perkirakan berapa banyak unit yang tersedia untuk Anda. Kemudian
Anda hanya mengiklankan sebanyak apa yang pengalaman Anda telah
tunjukkan untuk dapat menjual barang-barang itu. Sehingga bila Anda
memiliki ide yang cukup bagus sebelumnya mengenai berapa banyak unit
yang tersedia, Anda harus mempunyai sisa minimal dalam biaya iklan
Anda.
Metode ini juga ditujukan untuk barang-barang khusus seperti mesin
cuci dan mobil. Namun, sulit untuk menerapkannya saat Anda memiliki
berbagai macam produk untuk diiklankan dan harus berbagi iklan dengan
produk lainnya. Metode unit penjualan tidak begitu bermanfaat dalam
pasar yang sporadic dan tak beraturan atau bagi barang dagangan yang
bergaya.
Tujuan dan Tugas
Metode yang paling sulit untuk menentukan anggaran iklan ialah
pendekatan tujuan dan tugas. Namun, ini adalah metode yang paling baik
dan akurat dalam memenuhi tuntutan pembuatan sebuah anggaran yang
ideal:
1. Berhubungan dengan pemberian tugas pemasaran untuk diselesaikan.
2. Berhubungan dengan pemberian iklan dalam keadaan biasa dan dalam
jangka panjang terhadap volume penjualan, sehingga keuntungan dan
tabungan tidak akan berkurang.
Untuk menyusun anggaran dengan metode ini, Anda membutuhkan program
pemasaran yang terkoordinasi dengan tujuan khusus berdasarkan pada
survei yang mendalam mengenai pasar dan potensi Anda.
Sementara metode persentase penjualan atau keuntungan pertama kalinya
menentukan berapa banyak Anda akan membelanjakan apa yang Ana harus
lakukan untuk mencapai tujuan. Hanya lalu Anda lakukan perhitungan
biayanya.
Anda harus menentukan tujuan khusus: tidak hanya "mendorong
penjualan", tetapi misalnya, "Jual 25% lebih produk X atau jasa Y
dengan menarik usaha anak muda." Kemudian tentukan media apa yang
paling baik dalam mencapai sasaran pasar Anda dan memperkirakan
seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk memublikasikan jumlah dan
jenis iklan yang Anda pikir akan dibutuhkan untuk dapat mendorong
penjualan. Anda mengulangi proses ini untuk setiap tujuan. Saat Anda
menjumlah semua biaya ini, Anda akan memiliki anggaran yang
terproyeksi.
Tentu saja, Anda bisa saja mendapati ternyata biaya yang harus
dikeluarkan untuk iklan lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Namun,
tentu kembali lagi harus diteliti apa saja tujuan Anda beriklan.
Bagaimana Mengalokasikan Anggaran Iklan
Setelah Anda tentukan anggaran iklan Anda, Anda harus tentukan juga
bagaimana Anda akan mengalokasikan uang jatah iklan Anda.
Pertama-tama, Anda harus putuskan jika Anda akan melakukan iklan
promosi saja atau iklan institusi.
Setelah Anda menyingkirkan sejumlah uang untuk membangun citra (jika
itu adalah rencana Anda untuk tahun itu), Anda dapat mengalokasikan
iklan promosi dengan beberapa cara. Di antara cara pembagian yang
paling umum ditemukan ialah:
1. Anggaran departemen: Metode yang paling umum digunakan ialah persen
penjualan. Departemen atau kategori produk dengan volume penjualan
terbesar menerima bagian terbanyak dalam anggaran. Dalam suatu usaha
kecil atau saat jangkauan barang terbatas, persentase yang sama dapat
digunakan secara keseluruhan. Jika sebaliknya, aturan yang baik ialah
menggunakan angka industri rata-rata untuk tiap produk. Dengan membagi
anggaran berdasarkan departemen atau produk, barang-barang yang
membutuhkan lebih banyak promosi untuk merangsang penjualan akan
mendapatkan alokasi dana iklan yang dibutuhkan. Anggaran Anda dapat
dibagi lebih lanjut menjadi jajaran produk dagangan individu.
2. Anggaran keseluruhan: Anggaran total Anda mungkin merupakan hasil
dari anggaran produk atau anggaran departemen yang terintegrasi. Jika
usaha Anda telah menetapkan sebuah batas atas untuk persentase biaya
iklan, kemudian anggaran deprtemen Anda bisa dipangkas dengan
didasarkan pada persentase penjualan yang berbeda di tiap daerah.
Dalam usaha kecil, anggaran keseluruhan mungkin hanya satu-satunya
yang disusun. Namun, anggaran itu juga harus dibagi menjadi
klasifikasi barang dagangan untuk penjadwalan.
3. Periode kalender: Sebagian besar eksekutif usaha kecil biasanya
merencanakan iklan mereka dalam periode bulanan bahkan mingguan.
bahkan jika Anggaran Anda ditujukan untuk perencanaan dengan jangka
yang lebih panjang, seharusnya dihitung untuk periode-periode yang
lebih pendek karena akan memberikan Anda lebih banyak kendali. Kadang
Anda ingin menyesuaikan alokasi iklan dalam beberapa bulan penjualan
yang lebih padat sehingga Anda dapat meningkatkan anggaran dari
beberapa periode yang lebih sepi aktivitas. Namun, hal ini harus
dilaksanakan jika Anda memiliki alasan yang kuat (seperti saat tren
penjualan pesaing Anda berbeda secara signifikan dari milik Anda)
untuk meyakinkan bahwa sebuah perubahan dalam penentuan waktu iklan
Anda dapat meningkatkan penjualan secara perlahan.
4. Media: Jumlah iklan yang Anda tempatkan dalam tiap medium iklan -
seperti surat langsung, koran, radio - seyogyanya ditentukan oleh
pengalaman yang telah lalu, kesabaran industri, serta gagasan dari
ahli media. Umumnya cukup bijak untuk menggunakan jenis media yang
serupa dengan yang digunakan pesaing. Itulah bagaimana konsumen
potensial Anda akan menoleh dan mendengarkan Anda.
5. Daerah penjualan: Anda bisa membelanjakan uang iklan Anda di tempat
yang menjadi asal konsumen potensial Anda. Atau Anda dapat menggunakan
mereka untuk merangsang daerah penjualan yang baru. Teruskan juga
untuk beriklan di daerah yang sudah diakrabi sebelumnya. Umumnya akan
lebih mahal untuk mengembangkan pasar baru daripada mempertahankan
pasar yang sudah diraih.
Gabungan dari beberapa metode ini bisa juga digunakan dalam
pembentukan dan alokasi anggaran iklan Anda. Semuanya atau hanya satu
metode dibutuhkan untuk memenuhi tujuan beriklan Anda. Bagaimanapun
Anda memutuskan untuk merencanakan anggaran Anda, Anda harus
membuatnya lentur, dan dapat disesuaikan dengan perubahan di pasar.
Lamanya perencanaan dan periode anggaran bergantung pada sifat usaha
Anda, misalnya pengenalan produk baru, barang khusus di media
setempat, atau keadaan persaingan yang tidak diharapkan.
Waspadalah terhadap kegiatan pesaing di sepanjang waktu. Jangan hanya
meniru pesaing Anda mentah-mentah tetapi analisis bagaimana tindakan
mereka dapat mempengaruhi usaha Anda dan bersiaplah untuk
mengantisipasi itu.
Memulai
Anggaran pertama Anda akan menjadi yang paling sulit untuk
dikembangkan tetapi akan menjadi pantas untuk diperjuangkan. Anggaran
akan membantu Anda menganalisis hasil iklan. Saat berada dalam tahun
bisnis berikutnya, Anda akan memiliki landasan yang lebih faktual
untuk menyusun anggaran daripada sebelumnya. Rencana Anda akan menjadi
lebih efektif dengan disertai setiap anggaran yang Anda kembangkan.
(*/AP)
0 komentar:
Posting Komentar