To: Pembaca sjutacom di manapun berada berikut ini ada beberapa
nformasi terkait dengan bisnis kecil di sekitar saya dan sedikit
tambahan dari hasil pengamatan saya yang saya rangkum dalam artikel di
bawah nanti
From:
agus ngawi
sayyidngawi@gmail.com
Prakata Penulis Artikel :
Saya sebagai penulis artikel ini sangat berharap jika nanti ada
beberapa kata atau kalimat yang kurang berkenan di hati pembaca, untuk
itu kritik dan saran demi untuk majunaya usaha saya ini mudah mudahan
pembaca mau menyempatkan diri untuk memberi masukan atas usaha yang
saya kembangkan,
Foto / Gambar Terkait :
* File is attached: Warung-Makan-Mbah-Djan.jpg
Kategory Artikel
Warung
Message:
Di Jalan Trunojoyo ada warung makan milik Mbah Djan. Jalan trunojoyo
berada dibagian barat kota ngawi membujur lurus ke utara dari jalan
raya solo sampai jembatan ngunengan, terletak diperempatan ke dua
setelah perempatan kartonyono. Karena berada dilingkup kota, jalan
trunojoyo ini cukup ramai dengan kios-kecil warga sekitar, seperti:
counter, toko optik, kios, bengkel, penjual bakso, mie ayam dan juga
warung kopi, tak ketinggalan warung makan Mbah Djan.
Warung makan sederhana ini diberi nama warung makan Mbah Djan sesuai
dengan nama pemilik warungnya sendiri. Seperti umumnya warung makan,
warung sederhana Mbah Djan menyediakan nasi beserta lauknya, dan menu
yang dominan adalah nasi pecel lethok sebagaimana menjadi menu makanan
yang sesuai dengan selera masyarakat sekitar. Dibungkus dengan daun
pisang berlapis daun jati, membuat nasi pecel lethok Mbah Djan semakin
mantab selera, dengan harga yang terjangkau yaitu: Rp. 2.500 per
pincuk, dengan satu tambahan lauk gorengan, ada tempe, tahu, dan
pia-pia atau heci, tinggal pilih saja. Warung makan Mbah Djan mulai
buka pukul 06.00 pagi sampai sore pukul 18.00.
Mbah Djan memulai usaha warungnya dari warung bambu kecil-kecilan dan
dengan tlaten kini warung makan Mbah Djan sudah sedikit mengadakan
rehab, ya meski tembok setengah badan. Dengan tetap syukur sampai
sekarang warung makan Mbah Djan masih tetap aktif menyediakan nasi
pecel lethok sebagaimana tetap menjadi menu pilihan warga sekitar.
Bila pembaca berjalan-jalan ke kota ngawi, silahkan saja mampir ke
warung makan sederhana Mbah Djan di jalan trunojoyo untuk menikmati
sepincuk nasi pecel lethok mantab selera.
nformasi terkait dengan bisnis kecil di sekitar saya dan sedikit
tambahan dari hasil pengamatan saya yang saya rangkum dalam artikel di
bawah nanti
From:
agus ngawi
sayyidngawi@gmail.com
Prakata Penulis Artikel :
Saya sebagai penulis artikel ini sangat berharap jika nanti ada
beberapa kata atau kalimat yang kurang berkenan di hati pembaca, untuk
itu kritik dan saran demi untuk majunaya usaha saya ini mudah mudahan
pembaca mau menyempatkan diri untuk memberi masukan atas usaha yang
saya kembangkan,
Foto / Gambar Terkait :
* File is attached: Warung-Makan-Mbah-Djan.jpg
Kategory Artikel
Warung
Message:
Di Jalan Trunojoyo ada warung makan milik Mbah Djan. Jalan trunojoyo
berada dibagian barat kota ngawi membujur lurus ke utara dari jalan
raya solo sampai jembatan ngunengan, terletak diperempatan ke dua
setelah perempatan kartonyono. Karena berada dilingkup kota, jalan
trunojoyo ini cukup ramai dengan kios-kecil warga sekitar, seperti:
counter, toko optik, kios, bengkel, penjual bakso, mie ayam dan juga
warung kopi, tak ketinggalan warung makan Mbah Djan.
Warung makan sederhana ini diberi nama warung makan Mbah Djan sesuai
dengan nama pemilik warungnya sendiri. Seperti umumnya warung makan,
warung sederhana Mbah Djan menyediakan nasi beserta lauknya, dan menu
yang dominan adalah nasi pecel lethok sebagaimana menjadi menu makanan
yang sesuai dengan selera masyarakat sekitar. Dibungkus dengan daun
pisang berlapis daun jati, membuat nasi pecel lethok Mbah Djan semakin
mantab selera, dengan harga yang terjangkau yaitu: Rp. 2.500 per
pincuk, dengan satu tambahan lauk gorengan, ada tempe, tahu, dan
pia-pia atau heci, tinggal pilih saja. Warung makan Mbah Djan mulai
buka pukul 06.00 pagi sampai sore pukul 18.00.
Mbah Djan memulai usaha warungnya dari warung bambu kecil-kecilan dan
dengan tlaten kini warung makan Mbah Djan sudah sedikit mengadakan
rehab, ya meski tembok setengah badan. Dengan tetap syukur sampai
sekarang warung makan Mbah Djan masih tetap aktif menyediakan nasi
pecel lethok sebagaimana tetap menjadi menu pilihan warga sekitar.
Bila pembaca berjalan-jalan ke kota ngawi, silahkan saja mampir ke
warung makan sederhana Mbah Djan di jalan trunojoyo untuk menikmati
sepincuk nasi pecel lethok mantab selera.

Mau Nonton Siaran Piala Dunia 2014 di brazil ,,,Buruan Pasang Antena Tv,,Di Pelita Parabola Harga Murah & Bergaransi 100%
BalasHapus